|
|
|
SINOPSIS Tari Pendet dari Bali
|
|
[Tugas dari: Ibu Emy
fitriyatun Nisa’ S.hum]
|
|
|
M.A
TARBIYATUL WATHON
campurejo panceng Gresik
Oleh Kelompok 4:
| Ayunita
Wardha Susanti [ayunita]
| Dewi
Indah Sari [sarry gwang]
| Laili
Faihanah [lely]
| Lilis
safitri [lilis]
| Muflihatin
[titin]
Pendahuluan..
Asal Usul Sejarah Tari Pendet dari Bali..
Sejarah tari pendet sebenarnya sudah ada sejak lama di bali. Tarian
ini termasuk yang tertua diantara tarian sejenis yang ada di pulau bali. Dari
berbagai sumber yang di temukan tercatat bahwa tahun 1950 adalah tahun dimana
terciptanya tarian pendet.Tarian ini diciptakan oleh I Wayan Rindi (?-
1967).Ada dua seniman kelahiran Desa Sumertha, Denpasar bernama I Wayan Rindi
dan Ni Ketut Reneng yang menciptakan tarian ini.Merekalah yang mengubah tarian
ritual ini menjadi tarian penyambutan bagi tamu yang dilakukan empat orang
penari di berbagai tempat termasuk hotel dan tempat resmi lainnya.Rindi
merupakan maestro tari yang dikenal luas sebagai penggubah tari pendet sakral
yang bisa di pentaskan di pura setiap upacara keagamaan.Tari pendet juga bisa
berfungsi sebagai tari penyambutan.I Wayan Rindi adalah penekun seni tari yang
dikenal karena kemampuannya menggubah tari dan melestarikan seni melalui
pembelajaran pada generasi penerusnya.
Tari Pendet
merupakan sebuah tari sajian untuk para leluhur ( Bhatara dan Bhatari). Tari
ini dipentaskan di halaman pura, menghadap ke sebuah pelinggih, dimana Bhatara
dan Bhatari itu bersemayam.Pendet dilakukan oleh para wanita dengan memakai
pakaian adat.Para enari membawa bokor yang berisi canang sari, bunga-bunga dan
kwangen. Sebagian diantara mereka juga membawa alat-alat upacara seperti :
sangku, kendi dan pasepan. Tari ini dilakukan secara massal dan dipimpin oleh
seorang pemangku(pemimpin upacara) dengan membawa sebuah pasepan atau alat
pedudusan yang diberi menyan dan dibakar. Pada bagian akhir dari tariannya,
para penari meletakkan saji-sajian, canang sari dan kwangen itu pada pelinggih
dan ada juga yang menaburkan bunga kepada Bhatari sebagai suatu
penghormatan.Tari inidiiringi dengan gambelan gong kebyar.
Pembahasan
(Sinopsis)..
Perkembangan Tari Pendet..
Sumber inspirasi lahirnya tari Pendet adalah sebuah ritual sakral
odalan di pura yang disebut mamendet atau mendet.Prosesi mendet berlangsung
setelah pendeta mengumandangkan puja mantranya dan dan sesuai pementasan topeng
sidakarya; teater sakral yang secara filosofis melegitimasi upacara
keagamaan.Hampir setiap pura besar hingga kecil di Bali disertai dengan
aktivitas mamendet.Pada beberapa pura besar seperti Pura Besakih yang terletak
di kaki Gunung Agung biasanya secara khusus menampilkan ritus mamendet dengan
tari Baris Pendet.Tari ini dibawakan secara berpasangan atau secara masal oleh
kaum pria dengan membawakan perlengkapan sesajen dan bunga.
Aktivitas mendet yang secara etimologis berasal dari mendak
(menyambut) itu, penarinya tak selalu dipersiapkan secara khusus, umumnya dapat
dibawakan oleh seluruh partisipan, pria-wanita tua dan muda.
Ketika gamelan sudah melantunkan gending papendetan, mereka yang
ingin ngayah mendet; menari secara tulus akan bergantian tampil di halaman suci
pura, bisa secara solo, berpasangan, atau juga masal. Para remaja yang masih
energik sering dapat disaksikan mamendet dengan menari
sesungguh-sungguhnya.Semuanya dilakukan dalam bingkai berkesenian sebagai
sebuah persembahan yang bermakna kegirangan menyongsong kehadiran para dewa.
Sebagai seni tari sub kebudayaan Indonesia, tari Bali yang
dibawakan kaum hawa itu menjadi jempatan toleransi dalam realita kebhinekaan
kita mengapresiasi suatu ekspresi kesenian. Sebagai sebuah nilai estetik dan
kultural Nusantara, tari Pendet telah menyemai komunikasi universal dengan
bangsa-bangsa lain yang berkontribusi pada harkat dan martabat Indonesian di
mata dunia.
Seiring perkembangan zaman, para
seniman Bali mengubah Pendet yang dulunya sebagai sarana upacara sehingga
berkembang menjadi sarana hiburan semata yaitu ucapan selamat datang”, taburan
bunga disebarkan di hadapan para tamu sebagai ungkapan selamat datang.Meski
demikian, tarian ini tetap mengandung muatan-muatan sakral dan religius.
Tindakan
Malaysia yang mengklaim tari pendet sebagai bagian dari budayanya amat
disesalkan keluarga Wayan Rindi. Pada masa hidupnya, Wayan Rindi memang tak
berfikir untuk mendaftarkan temuannya agar tak ditiru negara lain. Selain belum
ada lembaga hak cipta, tari Bali selama ini tidak pernah di patenkan karena
kandungan nilai spiritualnya yang luas dan tidak bisa dimonopoli sebagai
ciptaan manusia atau bangsa tertentu. Namun dengan adanya kasus ini, Sutapa
yang juga dosen tari di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali berharap pemerintah
mulai mengambil langkah untuk menyelamatkan warisan budaya nasional dari tangan
jahil negara lain.
Fungsi Tari Pendet..
a)
Fungsi Tari Pendet Sakral
Tari Pendet dalam tari sakral memiliki
fungsi sebagai sarana upacara, dimana gerakkannya yang sangat sederhana.Setiap
sikap tangan dengan gerakan tubuh memiliki makna dan kekuatan tertentu sehingga
tarian ini tidak hanya menampilkan keindahan rupa atau pakaian, tetapi
mempunyai kekuatan sekala dan niskala.
b)
Fungsi Tari Pendet Profan
Tari Pendet dalam tari profan memiliki
fungsi sebagai hiburan di masyarakat ataupun untuk menyambut
tamu-tamu(Penyambutan Selamat Datang), yang gerakkannya sedikit susah yang
lebih anggun.
Ragam Gerak Tari Pendet..
A. Macam-Macam Gerakan Kaki
Macam-macam gerakan kaki yang disebut
“Gegajalan” pada tari Pendet terdiri dari berbagai bentuk seperti berikut :
ü Tampak Sirangpada = Telapak kaki sama serong
ü Ngembang =
Berjalan
ü Ngandang Arep = Berjalan ke muka
ü Milpil = Berjalan cepat
ü Nyregseg = Bergeser cepat
B. Macam-Macam Gerakan Tangan
Fungsi gerakan tangan disebut “pepiletan”
dalam tari pendet terdapat macam-macam yang sebagai berikut :
ü Luk Nagasatru = Haluan tangan berputar ke dalam
ü Luk Nerudut = Haluan tangan seiring
C. Macam-Macam Gerakan Jari
Fungsi gerakan jari disebut “tetanganan”
yang terdiri dari berbagai macam tersebut di bawah ini :
ü Nyakupbawa = Jari dicakup
ü Ulap-ulap = Melmbai-lambai
D. Macam-Macam Gerakan Badan
Fungsi gerakan badan disebut “leluwesan”
terdiri dari bermacam-macam gerakan seperti dibawah ini :
ü Ngejatpala = Pangkal lengan bergetar
E. Macam-Macam Gerakan Mimik
Fungsi gerakan mimik disebut
“entiah-tjerengu” terdiri dari ber-macam macam bentuk sebagi tersebut di bawah
ini :
ü Luru = riang gembira
ü Kenjungmanis = tersenyum
F. Macam-Macam Gerakan Leher
Fungsi gerakan leher disebut “dedengkek”
terdiri dari bermacam-macam bentuk sebagai tersebut di bawah ini :
ü Uluwangsul= leher bergeleng
halus
ü Ngotag = menggeleng gelengkan leher(keras)
G. Gerakan Mata
ü Nyeledet(kanan/kiri)
ü Ngelier
KOMPOSISI DAN GERAKAN DASAR TARI PENDET..
· Susunan gerakan dasar tari Pendet diurutkan sebagai berikut :
Ngumbang luk penyalin, berjalan ke muka belok kanan kiri dan
ngentrag.
Duduk bersimpuh mengambil bunga lalu menyembah dengan manganjali.
Leher ngilek ke samping kanan seraya nyeledet (gerakan ini
dilakukan 3x berturut-turut).
Ngagem kanan disertai luk nerudut dan nyeledet ke kiri.
Ngenjet gerak peralihan untuk perpindah dan menjadi agem kanan.
Ngotag pinggang bertukar tempat dari kanan ke kiri dan sebaliknya.
Ngelung rebah ke kiri dan kanan yang disertai dengan angumad tarik
kanan dan kiri.
Ngumbang ombak segera berjalan belok ke belakang dan ke muka.
Nyeregseg ngider berputar ke kanan dan kiri berturut-turut sampai 2
atau 3 kali.
Ngelung kiri kanan beserta nyeledet kiri kanan lalu beranjak 2
terus berjalan.
Ngentrag berjalan cepat terus ngeseh dan menabur bunga sambil
berjalan ngumbang luk penyalin.
Metanjek ngandang berputar ke kiri dan ditutup dengan gerka nyakup
bawa.
· Adapun mengenai susunan atau komosisi tabuhnya adalah sebagai
berikut :
Pengawit irama pelan.
Pengentrag irama cepat.
Pengandeg irama pelan.
Pengentrag irama cepat dan keras.
Kostum (Tata Busana)..
P Desain Kepala
\ Rambut diikat dengan pusung gonjer. Kalau rambutnya pendek bisa
dibantu dengan antol.
\ Rambut yang sudah di gonjer di hiasi dengan bunga jepun, bunga
kamboja, mawar, jempaka(campuran antara bunga asli dan imitasi).
\ Wajah rias dengan secantik mungkin. Yang intinya mempertajam
garis-garis muka supaya jelas kelihatan dari jarak yang jauh.
\ Memakai subeng.
P Desain Badan
J Pakaian Dalam dari Tari Pendet
\ Tapih
\ Sabuk Stagen (panjangnya kurang lebih 8 m)
J Pakaian Luar dari Tari Pendet
\ Kamen Prade
\ Sabuk Prade
\ Kancrik Prade(selendang) yang ukurannya 2 ½ - 3m
\ Gelang (Perak/imitasi)
P Properti
Properti
yang dibawa yaitu bokor yang berisi canang/bunga-bunga ditambah dengan hiasan
janur.
Musik Iringan..
Gamelan yang dipakai untuk mengiringi Tari Pendet adalah seperangkat Gambelan Gong Kebyar. Yang terdiri dari :
a.
Gangsa dan Kenyur